Follow by Email

Sunday, July 31, 2016

Obat Batuk Untuk Ibu Hamil

Obat batuk untuk ibu hamil | Kehamilan merupakan proses kehadiran dzuriyah/ keturunan dan merupakan anugerah yang luar biasa besarnya dari Allah bagi pasangan suami istri. Menurut usianya, kehamilan ini dibagi menjadi 3 yaitu ;
  • kehamilan trimester pertama 0 – 14 minggu,
  • kehamilan trimester kedua 14 – 28 minggu,
  • kehamilan trimester ketiga 28 – 42 minggu.

Pada proses kehamilan, terjadi perubahan yang signifikan pada fisiologis tubuh perempuan. Hal ini menimbulkan perubahan pada proses farmakokinetik dan farmakodinamik suatu obat yang digunakan oleh perempuan hamil. Oleh karenanya perlu perhatian khusus dalam pemilihan obat.
Terdapat empat kategori obat berdasarkan keamanannya untuk digunakan pada ibu hamil, yaitu ;
  • Kategori A

Studi control untuk menunjukan resiko pada fetus ditrimester pertama gagal (tidak ada bukti resiko pada trimester berikutnya) kemungkinan aman pada fetus. Aman digunakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan trimester I, II, dan III.
  • Kategori B

Pada studi reproduksi hewan tidak dapat menunjukan resiko pada fetus, pada studi control wanita hamil / studi reproduksi hewan tidak menunjukan efek samping (selain dari penurunan fertilitas) yang tidak dikonfimasikan pada studi control wanita hamil pada trimester pertama (tidak ada bukti pada trimester berikutnya). Aman digunakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan trimester I, II, dan III.
  • Kategori C

Studi pada hewan menunjukan efek samping pada fetus (teratogenik) / embriosidal atau yang lainnya, tetapi belum ada studi control pada wanita hamil. Obat hanya diberikan jika keuntungan lebih besar dari resiko pada fetus.
  • Kategori D

Studi pada hewan atau manusia telah menunjukan ketidaknormalan fetus / terdapat bukti terhadap resiko fetus berdasarkan pengalaman manusia / keduanya, penggunaan obat terhadap wanita hamil tidak ada keuntungannya. Obat tidak boleh digunakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan trimester I, II, dan III.
Obat batuk yang beredar di Indonesia umumnya mengandung salah satu atau kombinasi dari bahan aktif farmasi sebagai berikut :
  
Batuk Tidak Berdahak
Bahan Aktif
Khasiat Farmakologis
Keamanan Untuk Ibu Hamil
Codein
Antitusif golongan opioid
(C /D ) , Codeine merupakan obat kategori C untuk ibu hamil dan hanya digunakan apabila potensi keuntungannya lebih besar dari resiko (Tietze, 2009) dan codeine juga dapat menyebabkan bayi dalam kandungan mengalami depresi saluran nafas dan withdrawal symptomps (BNF, 2011).
Dextrometorphan
Antitusif golongan opioid
(C), Dextrometorphan merupakan obat kategori C untuk ibu hamil dan hanya digunakan apabila potensi keuntungannya lebih besar dari resiko.
Diphenhydramin
Antihistamin
(B), Pada kehamilan termauk kategori B dan diekskresikan melalui ASI. (Tantro,2003)
Chlorpheniramine Maleat
Antihistamin
(B), Untuk kehamilan dikategorikan kategori B dan tidak boleh digunakan untuk kehamilan trimester ketiga serta dikontraindikasikan untuk ibu menyusui (Tantro, 2003)
Promethazine
Antihistamin
(C), Penggunaan pada ibu hamil dikategorikan kategori C dan tidak boleh digunakan pada trimester ketiga.
Triprolidine
Antihistamin
(C), Kehamilan termasuk kategori C, dan dikontraindikasikan pada ibu menyusui (Tantro, 2003)
Brompheniramin
Antihistamin
(C), Kehamilan  termasuk kategori C, dan dikontraindikasikan pada ibu menyusui (Tantro, 2003)
Ephedrin
Dekongestan
Menurut BNF 69 tahun 2015, sebaiknya dihindari untuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Pseudoephedrin
Dekongestan
(C), Penggunaan pada ibu menyusui dapat menyebabkan bayi menangis, iritasi, dan terganggunya pola tidur bayi. Disarankan untuk menghindari penggunaan pseudoephedrine  pada masa kehamilan jika resiko lebih besar dari manfaat (Sweetman,2009)
Phenilefrin
Dekongestan
(C/D) Phenilefrin dapat menngurangi aliran pada plasenta sehingga harus dihindari pada kehamilan.
Phenil Propanolamin
Dekongestan
(C/D) Efek farmakdinamik fenilpropanolamin menyerupai efedrin dan potensinya hampir sama dengan efedrin kecuali bahwa obat ini kurang menimbulkan perangsangan SSP (FK UI, 2012). Menurut FDA, fenilpropanolamin sudah ditarik dari peredaran karena menyebabkan hemorrhage stroke.

Batuk Berdahak
Bahan Aktif
Khasiat Farmakologis
Keamanan Untuk Ibu Hamil
Bromhexin
Mukolitik
Data tidak tersedia
Ambroxol
Mukolitik
Data tidak tersedia
Asetilsistein
Mukolitik
(B), Aman digunakan oleh Ibu hamil
Karbosistein
Mukolitik
(B), Aman digunakan oleh Ibu hamil
Guafenesin
Ekspektoran
(C), merupakan obat kategori C untuk ibu hamil dan hanya digunakan apabila potensi keuntungannya lebih besar dari resiko.
Ammonium Kloride
Ekspektoran
Boleh digunakan selama kehamilan dan menyusui (Tjay dan Rahardja, 2015)
Ipecacuanha radix / tanaman Psychotria ipecacuanha
Ekspektoran
(C), merupakan obat kategori C untuk ibu hamil dan hanya digunakan apabila potensi keuntungannya lebih besar dari resiko.
Succus Liquiritae / Akar manis
Ekspektoran
Antispasmolitik
Data tidak tersedia

Obat Batuk Tipe Lain
Bahan Aktif
Khasiat Farmakologis
Keterangan
Madu
Bekerja tidak langsung secara perifer sebagai supressan batuk dengan cara melapisi reseptor sensorik di faring, dan memiliki aktifitas antibakteri.

Aman dengan syarat madu yang digunakan merupkan madu asli.
Glycerin
Bekerja tidak langsung secara perifer sebagai supressan batuk dengan cara melapisi reseptor sensorik di faring
(C), merupakan obat kategori C untuk ibu hamil dan hanya digunakan apabila potensi keuntungannya lebih besar dari resiko.
Liquid Glucose
Bekerja tidak langsung secara perifer sebagai supressan batuk dengan cara melapisi reseptor sensorik di faring
Dihindarkan pada penderita diabetes mellitus atau diabetes gestasional (Diabetes khusus pada kehamilan)
Minyak atsiri ;
           Minyak kayu putih
            Minyak Mint
           Minyak Adas
Digunakan secara inhalasi uap,
Berkhasiat menstimulasi sekresi dahak, bekerja spasmolitik (antikejang), antiradang, dan antibakteri lemah.
(A), Aman jika digunakan dengan cara yang benar

Rekomendasi
  • Jika batuk ringan, gunakan inhalasi minyak atsiri, cara menggunakannya adalah sebagai berikut ; Teteskan minyak atsiri 10 tetes kedalam 1 liter air panas lalu dihiap uapnya. Terbukti bahwa inhalasi demikian juga efektif untuk salesma akibat infeksi virus (Tjay dan Rahardja, 2015).
  • Gunakan produk obat batuk herbal seperti HerbaKof milik Dexa Medica, atau Silex produksi Darya Varia.
  • Jika terpaksa menggunakan obat batuk yang mengandung bahan aktif seperti pada tabel , maka pastikan sesuai dengan tipe batuk (batuk produktif atau bukan) dan pilih yang termasuk kategori B. Diarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter terutama pada kehamilan trimester awal.
  • Jika batuk tidak sembuh setelah swamedikasi selama 1 minggu maka periksalah ke dokter.

Daftar Pustaka
  • Departemen Farmakologi UI. 2012. Farmakologi dan Terapi edisi 6. Balai Penerbit FK UI. Jakarta 
  • Group, BMJ dan Press, Pharmaceutical. 2015. British National Formulary 69th edition. CPI Clausen & Bosse, Leck. Germany
  • Sweetman, S.C. 2009. Martindale 36th Edition: The Complete Drug Reference. Everbest Printing Co. Ltd. China
  • Tantro, S. David. 2003. A to Z Drug Facts. Facts and Comparison
  • Tjay Tan hoan, Rahardja Kirana. 2015. Obat-Obat Penting ; Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek sampingnya. Kompas Gramedia. Jakarta

Kami menyediakan produk khusus kesehatan dan kebersihan organ kewanitaan yang dapat digunakan oleh wanita hamil yaitu Intimate Tissue Double Majakani Extract 

No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE