Follow by Email

Monday, July 18, 2016

Pil Majakani Kanza, berkhasiat dan amankah ?

 
Majakani atau manjakani yang dalam bahasa latin disebut sebagai Quercus infectoria G. Olivier atau dalam Bahasa inggris disebut sebagai Oak Gal telah digunakan secara meluas sebagai bahan obat sejak 2.725 SM oleh orang Mesir dan Arab, Parsi, serta China. Majakani bukan merupakan jenis buah -buahan tetapi merupakan pertumbuhan abnormal dari ranting tumbuhan Quercus infectoria G. Olivier (Rangari, 2007).
Banyak yang beranggapan bahwa majakani adalah sejenis buah yang dihasilkan oleh pohon majakani. Sebenarnya majakani adalah sejenis biji atau benjolan yang terdapat pada kulit batang pohon akibat tusukan serangga Cynips galae tintctoria. Akibat dari tusukan ini akan menyebabkan kulit pohon bertunas dan mengeluarkan larva yang akan merangsang pertumbuhan biji. Majakani dapat ditemui dihutan - hutan atau ditanam untuk tujuan pengobatan.
Berdasar pengalaman empiris dan penelitian yang telah dilakukan, majakani memiliki beberapa  manfaat yaitu untuk ;  obat luka atau luka bakar akibat infeksi bakteri (Umachigi, et al, 2008). Di India digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit mulut. Selain itu majakani digunakan untuk mengobati diare , antibakteri, antijamur, antivirus dan antiinflamasi (Dayang , 2012). Secara tradisional gal majakani digunakan sebagai bahan astringen alami yang mengandung komponen antiseptik dan antioksidan (Pratt dan Herber, 1956). Dengan aktifitas antibakteri, antijamur dan astringen (pengecil pori-pori), maka wajar majakani digunakan dalam membantu pengobatan penyakit kewanitaan yang disebabkan jamur, bakteri, membersihkan kotoran serta dapat membuat vagina lebih kesat.
Apa itu pil ?,
Pil atau istilah farmasinya pilulae merupakan adalah suatu sediaan farmasi berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih bahan obat (FI III, 1979 : 23). Pil adalah sediaan kecil, berbentuk bulat atau bulat telur untuk pemakaian dalam (Eric W. Martin, 1971 : 802). Pil adalah suatu sediaan yang berbentuk bulat seperti kelereng mengandung satu atau lebih bahan obat (Moh. Anief, 2008 : 80).
Tentang Majakani Kanza
Majakani kanza merupakan  pil yang di produksi oleh Usaha Mikro Obat Tradisional yang telah mendapat ijin dari Dinkes sebagai Usaha Mikro Obat Tradisional dengan nomor ijin 442.1/01/UMOT/IX/2014.  UMOT diberi wewenang untuk dapat memproduksi sediaan param, tapel,pilis, cairan obat luar dan rajangan (Menkes, 2012)
Karena merupakan sediaan sederhana yang status registrasinya dibawah jamu maka belum bisa masuk Apotek ( Instansi penyalur obat paling resmi dan kompeten), namun tetap bisa disalurkan melalui toko jamu atau jaringan keagenan. Menurut keterangan, saat ini produk majakani kanza masih menunggu Nomor Ijin Edar (NIE) dari BPOM (kira-kira keluar bulan 12 tahun 2016).
Maksud label kemasan yang menyebutkan kalimat “solusi untuk penyakit” lebih tepatnya adalah “ Membantu dalam pengobatan penyakit”.
Cara Pakai yang Benar
                Dalam peredaran di masyarakat, seringkali dijumpai penggunaan pil majakani untuk dimasukkan kedalam vagina (ovula) Padahal seperti yang disebutkan oleh Eric W. Martin (1971), pil dalam formulasinya hanya dapat digunakan untuk diminum, bukan digunakan sebagai Ovula (dimasukkan kedalam vagina). Karena sedian obat pil dan ovula memiliki persyaratan yang berbeda dalam formulasi. Selain itu juga karena ada regulasi pemerintah yang  melarang obat tradisional digunakan sebagai ovula.
Keamanan
  • Produsen telah mendapat ijin dari Dinkes untuk menjalankan produksi pil majakani sehingga dinkes telah menjamin produsen mampu menghasilkan produk yang aman, sedangkan BPOM masih masih mengkaji terkait produk pil majakani untuk kemudian mendapat Nomor Ijin Edar (NIE) jika sudah dipastikan produk aman dan layak diedarkan. Tentu dengan ketentuan penggunaan/pemakaian yang sesuai dengan yang seharusnya.
  • Harus anda ketahui bahwa Permenkes RI No 007 tahun 2012 melarang obat tradisional dibuat dan/atau diedarkan dalam bentuk sediaan: intravaginal (ovula), tetes mata, parenteral (injeksi) dan intraanus (supositoria) kecuali digunakan untuk wasir. Larangan ini tentu berlandaskan atas ilmu farmasi terkait safety (keamanan).
 Cara Penyimpanan
                Karena merupakan obat dari bahan alam, maka rawan terjadi pertumbuhan jamur dan bakteri. Agar produk tetap bagus simpan dalam ruangan suhu kamar, tidak lembab, dan tetap simpan silika gel dalam wadah botol karena silika gel digunakan untuk mengurangi kelembaban dalam botol.
Rekomendasi
  • Dapatkan obat dari sumber terpercaya
  • Dapatkan juga informasi seputar obat yang diterima karena obat bukan komoditas sembarangan, banyak aturan yang perlu diperhatikan.
  • Jika penyakit yang diderita sudah parah sebaiknya anda mendapat pengobatan berdasar diagnosa dokter.
  • Obat herbal dapat digunakan untuk merawat kesehatan, dan membantu pengobataan penyakit ringan.
  • Anda juga perlu teliti, jangan gunakan obat yang telah lewat batas kadaluarsa atau nampak perubahaan warna, bau, dan bentuk.

 Daftar Pustaka
  • Anif, M. 2008. Ilmu Meracik Obat Teori Dan Praktek. UGM Press. Yogyakarta
  • Dayang, F.B. (2012). In Vitro Antibacterial Activity of Galls of Quercus infectoria Olivier against Oral Pathogens. Hindawi Publishing Corporation. Evidence Based Complementary . Kuala lumpur
  • Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI. Jakarta
  • Martin, Eric W., 1971. Dispensing of Medication. Mack Publishng Company. USA 
  • Menteri Kesehatan RI., 2012. Peraturan Menteri Kesehatan No 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional. Kemenkes. Jakarta
  • Pratt, R., dan Herber, W.  1956. Pharmacognosy: The Study of Natural Drug Subtances and Certain Allied Products. Edisi Kedua. J.B. Lippincott Company. Philadelphia
  • Rangari, VD .2007. Tannin Containing Drugs. J.L. Chaturvedi College of Pharmacy. New Nandanvan
  • Umachigi, S.P., Jayaveera, K.N., Swamy, B.M.V., Kumar, G.S., dan Kumar, D.V.K. 2008 . Studies on Wound Healing Properties of Quercus infectoria. Tropical Journal of Pharmaceutical Research.
By : Muhammad Huda S.Farm
Last edited : 7/19/2016 

“ Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari amanah kewenangan yang besar namun tidak berkapasitas dalam akhlak dan keilmuan “

No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE