Follow by Email

Tuesday, August 2, 2016

Khasiat, Cara Penggunaan dan Dosis Aloe Vera

Aloe merupakan ekstrak kering dari daun Aloe vera (L.) Burm.f. atau dari A. ferox Mill., suku Liliaceae. Kandungan utama dalam aloe berupa senyawa turunan hidroksiantron, sebagian besar jenis aloe-emodin-antron C-glikosida. Kandungan utama dikenal sebagai barbaloin (aloin) 15-40%, yang merupakan campuran dari aloin A dan B. Kandungan lain hidroksialuin (sekitar 3%), aloeresin, asam sinamat dan turunan 1-metil-tetralin.

Farmakologi
Beberapa senyawa dalam lidah buaya akan dimetabolisme oleh bakteri kolon menjadi senyawa metabolit aktif utama yaitu aloe-emodin-9-antron, yang bekerja secara spesifik di kolon, waktu paruh dari aloe-emodin adalah sekitar 48 sampai 50 jam.
Ada dua mekanisme efek laksatif dari lidah buaya ;
  • Meningkatkan motiltas usus besar sehingga terjadi percepatan waktu tansit pada kolon.
  • Meningkatkan sekresi mukosa dan klorid sehingga mengakibatkan peningkatan volume cairan di kolon.
Efek buang air besar (defekasi) terjadi sekitar 6-12 jam karena diperlukan waktu transpor antrakuinon ke kolon dan dimetabolisme oleh bakteri kolon menjadi senyawa aktif.

Keamanan
Penggunaan aloe secara berlebih akan menimbulkan efek samping berupa mual, diare hebat, dan berakibat kehilangan cairan dan elektrolit tubuh. Seperti laksatif stimulan lainnya (laksatif yang bekerja dengan meningkatkan motilitas usus). Aloe sebaiknya tidak digunakan pada ;
  • Pasien yang mengalami inflamasi saluran cerna (contohnya usus buntu/apendisitis, penyakit crohn,radang usus besar.
  • Anak-anak dibawah usia 10 tahun.
  • Tidak digunakan pada Ibu menyususi karenaa metabolit-metabolit antranoid diekskresikan pada ASI.
Penggunaan kronis dari stimulan laksatif antrakuinon dapat menyebabkan hepatitis, keseimbangan elektrolit, metabolik asidosis, malabsorbsi yang mengakibatkan kurang gizi, penurunan berat badan, albuminuria, dnan haematuria.

Interaksi dengan Obat
  • Pemakaian jangka panjang akan meningkatkan efek hipokalemia jika digunakan bersama dengan obat-obatan glikosida kardiotonik (digitalis, strophantus ) dan obat aritmia seperti quinidin.
  • Meningkatkan efek hipokalemia jika digunakan bersama dengan obat diuretik thiazida, adrenokortikosteroid, dan akar liquiritae
Dosis Pemakaian
Dosis laksatif/pencahar untuk dewasa dan anak-anak diatas 10 tahun 0,04 - 0,11 gram (Curacao atau Aloe barbados), atau 0,06-0,07 gram (Cape Aloe) atau ekstrak kering, sesuai dengan 10-30 mg hidroksiantrakuinon sehari, atau 0,1 gram dosis tunggal pada sore hari.

Pustaka

Mun'im Abdul dan Hanani Endang. 2011. Fitoterapi Dasar. Dian Rakyat. Depok 
( Dirangkum dari berbagai jurnal penelitian)

By : Muhammad Huda S.Farm.,Apt
Last edited : 8/1/2016

No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE