Follow by Email

Thursday, November 24, 2016

Hati-hati Penggunaan Obat Pada Lansia

Yang dimaksud dengan lansia adalah orang yang berusia diatas 65 tahun. Pada kondisi ini, tubuh mengalami banyak perubahan fisiologis sehingga dalam penggunaan obat perlu perhatian khusus dan tidak dapat disamakan dengan pasien usia dewasa pada umumnya. Perubahan fisiologis yang berpengaruh terhadap penggunaan obat yaitu kinerja hati sebagai organ metabolisme , ginjal sebagai organ ekskresi, kadar protein plasma yang mempengaruhi kadar obat terikat protein plasma, dan perbandingan komposisi lemak –air dalam tubuh.

Menurunnya fungsi hati dan ginjal dapat memperlambat proses metabolime dan ekskresi obat yang telah dikonsumsi, hal ini bisa meningkatkan efek toksik (racun) obat tersebut. Selain itu , obat-obat yang presentase terikat protein plasmanya besar juga akan lebih toksik contohnya obat-obat anti-koagulansia (pengencer darah), dan fenil-butazon, obat sistem syaraf pusat untuk obat tidur (barbiturate, nitrazepam), opioid, Obat-obat ini pada dosis biasa dapat menyebabkan reaksi toksik / keracunan pada manula. Termasuk juga insulin, digoksin, dan adrenalin.

Dosis Lansia
Oleh karena hal diatas, dianjurkan dosis yang lebih rendah padaa lansia, yaitu
65-74 tahun : dosis biasa – 10%
75-84 tahun : dosis biasa – 20 %
85 tahun/ lebih : dosis biasa – 30%

Konsultasikan pada dokter anda untuk pengobatan dan dosis yang lebih tepat, terutama jika pasien mengalami gangguan fungsi dari organ-organ lainnya. Konsultasikan pada apoteker yang bertugas di apotek jika pasien lansia hendak mengkonsumsi obat-obat swamedikasi.

No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE