Follow by Email

Friday, March 31, 2017

Kontrasepsi Oral / Pil KB Bisa Gagal Pada Kondisi Ini

 
Pil KB atau kontrasepsi oral merupakan pilihan kontrasepsi yang paling banyak digunakan karena lebih praktis dan tidak menimbulkan sakit saat penggunaan. Pil KB bisa memiliki satu bahan aktif turunan progesteron atau bisa juga memiliki dua bahan aktif turunan estrogen dan turunan progesteron yang bisa disebut dengan KOK (kontrasepsi Oral Kombinasi). 

Kasus kegagalan kontrasepsi meskipun telah digunakan dengan benar mungkin terjadi pada pasien dalam beberapa keadaan. Bahan aktif pada Pil BK akan di absorbsi di usus setelah mengalami perombakan oleh flora normal usus, kemudian dimetabolisme dihati dahulu baru menjadi senyawa yang berkhasiat setelah itu baru mengalami proses eliminasi. Gangguan pada perombakan oleh flora normal usus, gangguan absorbsi, gangguan metabolisme dan eliminasi dapat menurunkan kadar senyawa aktif dalam darah sehingga bisa menyebabkan kegagalan kontrasepsi.

Berikut adalah beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan kegagalan dalam penggunaan pil KB untuk kontrasepsi ;

Diare dan muntah
Muntah dalam rentang waktu 2 jam setelah pemberian kontrasepsi oral atau terjadi diare yang sangat berat dapat mengganggu absorbsi. Diperlukan kontrasepsi tambahan (kondom) selama muntah/diare dan 7 hari setelah sembuh. Jika diare dan muntah terjadi selama penggunaan 7 tablet aktif terakhir,  pil placebo /inaktif selanjutnya sebaiknya diabaikan dan langsung menggunakan pil aktif pada paket berikutnya.

Obat-obatan yang dapat menggagalkan Pil KB jika diminum bersamaan
  • Antibiotik spektrum luas dapat merusak keseimbangan flora normal yang diperlukan pada proses absorbsi, diantaranya yaitu penisilin, dan tetrasiklin. Kontrasepsi tambahan diperlukan ketika menggunakan antibiotik dan selama 7 hari setelah penghentian antibiotik. Jika penggunaan antibiotik terjadi selama penggunaan 7 tablet aktif terakhir,  pil placebo /inaktif selanjutnya sebaiknya diabaikan dan langsung ke tablet aktif pada paket berikutnya.
  • Pengiduksi enzim di hati (fenitoin, barbiturat, pirimidon, karbamazepin, rifampisin, okskarbazepin, topiramat, felbamat, dan griseovulvin) meningkatkan proses pembersihan senyawa aktif pil KB sehingga mengurangi efektifitas kontrasepsi. Kontrasepsi tambahan dianjurkan ketika menggunakan obat penginduksi enzim dan selama 4 minggu setelah penghentian obat
Lupa minum pil KB
  • Jika lupa minum pil, maka sebaiknya pil diminun secepat mungkin pada saat ia menyadarinya, dan untuk diminum pada waktu biasanya. 
  • Jika terlambat 24 jam atau lebih (khususnya pada periode awal), pil mungkin tidak bekerja. Segera setelah menyadarinya, pasien sebaiknya melanjutkan meminum pil secara normal. Pada kasus ini pasien tidak boleh berhubungan atau sebaiknya menggunakan metode lain untuk kontrasepsi seperti kondom selama 7 hari kedepan.
  • Kontrasepsi darurat dianjurkan jika lebih dari 2 tablet kontrasepsi oral kombinasi terlewat dari 7 tablet pertama dalam paket.
By : Muhammad Huda
Last edited 01/04/2017

No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE