Follow by Email

Thursday, December 27, 2018

Penggunaan Asam Salisilat Pada Berbagai Kadar Konsentrasi

Struktur Senyawa Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan senyawa yang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan obat, saat ini sering kita jumpai formulasi asam salisilat pada berbagai produk obat dan perwatan kulit. Penggunaan asam salisilat terkait erat dengan khasiat untuk mengelupaskan lapisan kulit luar atau keratolitik, antibakterial, antifungi dan khasiat anti inflamasi. Berbagai penelitian formulasi ,pengujian khasiat dan keamanan terus dikembangkan hingga saat ini.

Asam salisilat larut dalam 550 bagian air , 4 bagian etanol 95% , mudah larut dalam kloroform P, eter P, larutan amonium asetat, dinatrium hidrogenfosfat P, Kalium sitrat P, dan natrium sitrat P ( Farmakope Indonesia) Sifat kelarutan ini penting sekali diketahui untuk tujuan formulasi asam salisilat pada berbagai kadar untuk tujuan terapi penyakit kulit.

Berikut adalah variasi kadar asam salisilat dalam terapi pengobatan penyakit kulit :

Jerawat dan Komedo : 0,5%  - 10 %
Penyakit keratoderma seperti psoriasis , ichtyoses , keratosis pilaris : 3% -6 %
Kutil dan Mata ikan : 5% - 40%
Superficial Chemical Peeling untuk kulit  wajah : 20% - 30%
Penebalan yang bersisik dan lesi terpigmentasi : 50%

Selain dalam bentuk senyawa tunggal , asam salisilat juga bisa dikombinasi dengan sulfur , asam benzoat,  zinc oxide , atau keratolitic lainnya dalam beberapa formula.

Meski tergolong sangat aman ,pemakaian asam salisilat secara oles juga memiliki kemungkinan memberikan efek samping sistemik bila pemakaiannya tidak tepat .Meski sangat rendah kemungkinannya , efek samping asam salycilate dapat nampak pada pemakaian dengan kadar diatas 6% pada pemakaian diatas 40% luas permukaan tubuh.




No comments:

Post a Comment

Author

authorMuhammad Huda S.Farm.,Apt Licensed Pharmacist, Drug Reviewer, Google Adsense Publisher, and SEO Marketer
Learn More ?



LIKE AND SHARE